Cuaca terasa dingin, angin sepoi - sepoi terus menyambar pagi ini, hujan gerimis belum juga berhenti. Aku menatap jarum jam yang bergerak begitu cepat, wajah ku kusam setelah semalam belum terkena air karena kemarin adalah hari yang sangat melelahkan untukku dalam pertengahan bulan. Pohon Natal yang baru dibeli masih juga belum ku pasang di ruang tamu, lampu hias belum juga ku belikan. Aku bangun dari tempat tidur ku mengambil handuk dengan wajah masih mengantuk, berjalan pelan - pelan ke kamar mandi mengingat satu jam lagi harus tiba di kantor, masih banyak pekerjaan yang harus ke selesaikan sebelum libur Natal. Rasa kantuk ku hilang setelah air dingin membasahi wajah ku. Aku menyanyikan lagu Natal "Natal di Dusun yang kecil" menemani waktu mandi ku. Itulah kebiasaan ku ketika menyongsong hari besar ini. "Sebentar lagi sang surya akak hadir di tengah - tengah manusia,semoga kedatangannya kali ini akan terus membawa aku dalam jalannya yang benar" harapan dalam hati ...
"Tidak ada seekorpun burung yang ingin terbang tanpa sayap "Tidak ada yang dapat kita raih jika kita tidak berjuang" " Seekor burung ingin terbang mengelilingi bumi pasti membutuhkan sayapnya agar ia bisa bertengger diudara" " Dengan berjuang dan tanpa mengenal putus asa kita pasti bisa" "we are the best and the winner"